Minggu, 16 Desember 2018

Pertemuan 10

LED 7 Segmen (Seven Segment LED)

Salah satu jenis Seven Segment Display yang sering digunakan oleh para penghobi Elektronika adalah 7 Segmen yang menggunakan LED (Light Emitting Diode) sebagai penerangnya.  LED 7 Segmen ini umumnya memiliki 7 Segmen atau elemen garis dan 1 segmen titik yang menandakan “koma” Desimal. Jadi Jumlah keseluruhan segmen atau elemen LED sebenarnya adalah 8. Cara kerjanya pun boleh dikatakan mudah, ketika segmen atau elemen tertentu diberikan arus listrik, maka Display akan menampilkan angka atau digit yang diinginkan sesuai dengan kombinasi yang diberikan.
Terdapat 2 Jenis LED 7 Segmen, diantaranya adalah “LED 7 Segmen common Cathode” dan “LED 7 Segmen common Anode”.

LED 7 Segmen Tipe Common Cathode (Katoda)

Pada LED 7 Segmen jenis Common Cathode (Katoda), Kaki Katoda pada semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan Kaki Anoda akan menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED.  Kaki Katoda yang terhubung menjadi 1 Pin ini merupakan Terminal Negatif (-) atau Ground sedangkan Signal Kendali (Control Signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Anoda Segmen LED.


LED 7 Segmen Tipe Common Anode (Anoda)

Pada LED 7 Segmen jenis Common Anode (Anoda), Kaki Anoda pada semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan kaki Katoda akan menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED. Kaki Anoda yang terhubung menjadi 1 Pin ini akan diberikan Tegangan Positif (+) dan Signal Kendali (control signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Katoda Segmen LED.


Prinsip Kerja Dasar Driver System pada LED 7 Segmen
Berikut ini adalah Blok Diagram Dasar untuk mengendalikan LED 7 Segmen :



Blok Dekoder pada diagram diatas mengubah sinyal Input yang diberikan menjadi 8 jalur yaitu “a” sampai “g” dan poin decimal (koma) untuk meng-ON-kan segmen sehingga menghasilkan angka atau digit yang diinginkan. Contohnya, jika output dekoder adalah a, b, dan c, maka Segmen LED akan menyala menjadi angka “7”.   Jika Sinyal Input adalah berbentuk Analog, maka diperlukan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah sinyal analog menjadi Digital sebelum masuk ke Input Dekoder. Jika Sinyal Input sudah merupakan Sinyal Digital, maka Dekoder akan menanganinya sendiri tanpa harus menggunakan ADC.

Minggu, 21 Oktober 2018

Pertemuan 5


DipTrace adalah desain PCB aplikasi perangkat lunak canggih yang terdiri dari 4 modul: Layout PCB dengan efisien-router auto, Schematic Capture, Komponen dan Editors Pola yang memungkinkan Anda untuk merancang komponen perpustakaan Anda sendiri.

PCB adalah komponen penting dalam dunia elektronika. PCb menjadi sangat spesial karena komponen tersebut tidak dijual dipasaran. Yang dimaksud disini tentunya PCB yang sesuai dengan skema rangkaian yang kita perlukan, karena jika PCb polos atau PCb pola lubang masih bisa kita temui.

Proses layout PCB
A. Proses pembuatan skema
1. Buka aplikasi Schematic, jika ada pop up windows getting start silahkan di close saja. (bagi yang mudeng bahasa inggris bisa juga di baca-baca DIPTRACE tutorial nya).
2. Ubah unit menjadi mm (milimeter) pada menu View > Unit > mm.
3. Setup library dengan masuk ke menu Library > Library Setup lalu centang “Get Libraries from folder” kemudian browse ke folder “C:\Program Files\DipTrace\Lib”.
4. Jika terganggu dengan background putih, silahkan diganti mode color pada menu View > Color ganti template “White background” dengan “Black background”.
5. Pastikan toolbar component dan toolbar libraries dalam kondisi aktif, jika tidak maka aktifkan melalui menu View > Toolbar lalu centang Libraries dan Components.
6. Klik “Discrete” pada toolbar Libraries lalu ambil resistor dengan memilih komponen “RES” pada toolbar ‘Components”, kemudian klik pada sheet/area gambar sebanyak 4 kali kamudian klik kanan/escape untuk kembali ke mode default.
7. Ambil komponen elco dengan memilih “CAP100RP” juga pada toolbar Components, kemudian taruh di sebelah kanan resistor tadi sebanyak 4 kali juga.
8. Hubungkan antar kaki komponen seperti pada gambar berikut ini.

9. Simpanlah dengan klik menu File > Save as.

Jumat, 12 Oktober 2018

Pertemuan 4

GERBANG LOGIKA

Gerbang logika atau gerbang logik adalah suatu entitas dalam elektronika dan matematika Boolean yang mengubah satu atau beberapa masukan logik menjadi sebuah sinyal keluaran logik.


Gerbang AND (AND Gate)

Gerbang AND memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0. Simbol yang menandakan Operasi Gerbang Logika AND adalah tanda titik (“.”) atau tidak memakai tanda sama sekali. Contohnya : Z = X.Y atau Z = XY.
Simbol Gerbang Logika AND dan Tabel Kebenaran Gerbang AND

Gerbang OR (OR Gate)

Gerbang OR memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang OR akan menghasilkan Keluaran (Output) 1 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
Simbol yang menandakan Operasi Logika OR adalah tanda Plus (“+”). Contohnya : Z = X + Y.

Simbol Gerbang Logika OR dan Tabel Kebenaran Gerbang OR

Gerbang NOT (NOT Gate)

Gerbang NOT hanya memerlukan sebuah Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya 1 Keluaran (Output). Gerbang NOT disebut juga dengan Inverter (Pembalik) karena menghasilkan Keluaran (Output) yang berlawanan (kebalikan) dengan Masukan atau Inputnya. Berarti jika kita ingin mendapatkan Keluaran (Output) dengan nilai Logika 0 maka Input atau Masukannya harus bernilai Logika 1. Gerbang NOT biasanya dilambangkan dengan simbol minus (“-“) di atas Variabel Inputnya.

Simbol Gerbang Logika NOT dan Tabel Kebenaran Gerbang NOT

Gerbang NAND (NAND Gate)

Arti NAND adalah NOT AND atau BUKAN AND, Gerbang NAND merupakan kombinasi dari Gerbang AND dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang AND. Gerbang NAND akan menghasilkan Keluaran Logika 0 apabila semua Masukan (Input) pada Logika 1 dan jika terdapat sebuah Input yang bernilai Logika 0 maka akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1.
Simbol Gerbang NAND dan Tabel Kebenaran Gerbang NAND

Gerbang NOR (NOR Gate)

Arti NOR adalah NOT OR atau BUKAN OR, Gerbang NOR merupakan kombinasi dari Gerbang OR dan Gerbang NOT yang menghasilkan kebalikan dari Keluaran (Output) Gerbang OR. Gerbang NOR akan menghasilkan Keluaran Logika 0 jika salah satu dari Masukan (Input) bernilai Logika 1 dan jika ingin mendapatkan Keluaran Logika 1, maka semua Masukan (Input) harus bernilai Logika 0.
Simbol Gerbang Logika NOR dan Tabel Kebenaran Gerbang NOR

Gerbang X-OR (X-OR Gate)

X-OR adalah singkatan dari Exclusive OR yang terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output) Logika. Gerbang X-OR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan-masukannya (Input) mempunyai nilai Logika yang berbeda. Jika nilai Logika Inputnya sama, maka akan memberikan hasil Keluaran Logika 0.
Simbol Gerbang Logika X-OR dan Tabel Kebenaran Gerbang X-OR

 Gerbang X-NOR (X-NOR Gate)

Seperti Gerbang X-OR,  Gerban X-NOR juga terdiri dari 2 Masukan (Input) dan 1 Keluaran (Output). X-NOR adalah singkatan dari Exclusive NOR dan merupakan kombinasi dari Gerbang X-OR dan Gerbang NOT. Gerbang X-NOR akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang sama dan akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 0 jika semua Masukan atau Inputnya bernilai Logika yang berbeda. Hal ini merupakan kebalikan dari Gerbang X-OR (Exclusive OR).
Simbol Gerbang Logika X-NOR dan Tabel Kebenaran Gerbang X-NOR

Sabtu, 06 Oktober 2018

Pertemuan 2


CARA MEMBUAT FLIP FLOP MENGGUNAKAN TRANSISTOR BC547



saya disini ingin menjelaskan cara membuat flip flop menggunakan transistor bc547.
pertama yang harus kamu lakukan adalah harus menginstal proteus,jika sudah ada aplikasinya lewati saja bagian ini setelah itu kalian masuk ke aplikasi proteus


disini saya menggunakan proteus8.0, setelah itu klik >>new project>> next>>bikin project nya/kasih nama untuk project mu >>next>>pilih default>>next>>pilih default>>next>>finish.


setelah itu tampilan akan seperti ini

untuk mencari bahan-bahan yang ingin di gunakan klik p  


dan ini contoh bahan-bahan yang saya gunakan

setelah sudah dirangkai seperti ini 


lalu klik run yang ada dibawah

sekian dan terima kasih














Kamis, 19 Juli 2018

Pertemuan 10

       OSPF (Open Shortest Path First) merupakan routing protocol standard yang bersifat
terbuka yang telah diimplementasikan oleh berbagai vendor jaringan, termasuk Cisco. Dan itu
merupakan standar terbuka dari sebuah jaringan yang berjalan. Karakteristik itulah merupakan
salah satu kunci dari fleksibilitas OSPF dan popularitas. Kebanyakan orang memilih untuk
melakukan konfigurasi OSPF yang bekerja dengan menggunakan algoritma untuk awalnya
membangun pohon terpendek atau jarak terpendek untuk mengisi tabel routing dengan yang
menghasilkan jalan yang terbaik. EIGRP mungkin menggunakan waktu konverensi yang lebih
cepat, akan tetapi OSPF tidak terlalu jauh tertinggal di belakangnya, dan konverensi cepat
adalah alasan lain untuk menggunakan OSPF ataupun EIGRP.

Terdapat beberapa fitur-fitur dari OSPF adalah:
1. Memungkinkan untuk penciptaan daerah dan sistem otonom
2. Meminimalkan routing lalu lintas.
3. Fleksibel, serbaguna dan terukur.
4. Mendukung untuk VLSM/CIDR

Keuntungan OSPF:
1. Open standart
2. Tidak ada batasan jumlah hop
3. Loop free
4. Konvergensi lebih cepat

Kerugian OSPF
1. Mengkonsimsi lebih banyak resource CPU 
2. Kompleks dalam hal design dan implementasi
3. Hanya mendukung squal load balancing
4. Hanya mendukung protocol IP 

Pertemuan 9

      EIGRP merupakan singkatan dari Enhanced Interior Gateway Routing Protocol dahulu
lebih dikenal dengan yang namanya IGRP yang hanya mendukung /8 /16 /24 dan sekarang
digantikan dengan EIGRP yang mendukung classless. EIGRP adalah routing protocol dynamic
yang hanya di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada
cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja. EIGRP ini sangat cocok
digunakan untuk midsize dan large company.

Berikut ini beberapa fitur yang terdapat dari EIGRP:
1. Cisco open standart protocol
2. Termasuk classless routing protocol
3. Update perubahan topologi secara dinamis
4. Mendukung protocol IP, IPX, Apple Talk
5. Hello packet dikirimkan setiap 5 detik

Seperti OSPF, EIGRP memiliki tiga langkah umum untuk dapat menambahkan rute ke
routing IP tabel:
1. Router EIGRP mengirim pesan Hello untuk menemukan posisi tetangga router EIGRP dan
melakukan pemeriksaan parameter dasar untuk menentukan router harus menjadi
tetangga. 
2.  Topologi: Tetangga bertukar update topologi secara penuh ketika tetangga melakukan
hubungan, dan update kemudian hanya parsial sesuai kebutuhan berdasarkan perubahan
topologi jaringan .
3.  Memilih rute: Setiap router melakukan analisis untuk memilih jarak yang terendah untuk
mencapai masing-masing subnet.     

 IP loopback merupakan alamat IP yang digunakan sebagai router-id dalam interface
interface loopback. Interface loopback sendiri adalah interface logical, artinya interface ini
secara nyata tidak ada atau hanya interface virtual, hal ini yang menjadikan alasan ip loopback
sangat penting digunakan dalam router Ospf.

Loopback interface merupakan sebuah interface logic bukan fisik, jadi loopback tidak
memiliki fisik yang terhubung ke router atau switch tersebut. Terdapat fungsi lain dari loopback
interface yaitu sebagai router ID pada BGP dan OSPF, dimana loopback interface akan
mengalami down jika router tersebut mati, jadi bisa dikatakan loopback interface merupakan
interface yang paling stabil.

Selasa, 01 Mei 2018

Pertemuan 6

I. Definisi VLAN

    Virtual Local Area Network (VLAN) adalah metode untuk menciptakan jaringan-jaringan yang secara logika tersusun sendiri-sendiri. VLAN sendiri berada dalam jaringan Local Area Network (LAN), sehingga dalam jaringan (LAN) bisa terdapat satu atau lebih VLAN. Dengan demikian kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam dalam suatu jaringan, kita dapat membuat lagi satu atau lebih jaringan (jaringan di dalam jaringan).
Konfigurasi VLAN itu sendiri dilakukan melalui perangkat lunak (software), sehingga walaupun komputer tersebut berpindah tempat, tetapi ia tetap berada pada jaringan VLAN yang sama.
Pada dasarnya konfigurasi switch hanya untuk satu buah VLAN, biasanya switch akan dikonfigurasi terlebih dahulu untuk memiliki dua interface atau lebih VLAN. Alasan kenapa harus menggunakan VLAN 
meliputi beberapa hal: 
1. Untuk melakukan pengelompokan pengguna yang dapat terkoneksi. 
2. Untuk mengurangi overhead pada perangakat LAN 
3. Mengurangi beban kerja STP dengan membatasi VLAN ke switch. 
4. Membuat keamanan yang lebih baik dengan mengisolasikan data sensitive. 
5. Memisahkan IP dari lalulintas data. 
Manfaat dari penggunaan VLAN: 
1. Keamanan: Data sensitive dapat diisolasi untuk satu VLAN (memisahkan dari jaringan). 
2. Pengurangan biaya. 
3. Efisiensi pengunaan bandwidth. 
4. Kinerja menjadi lebih tinggi karena membagi menjadi 2 buah layer jaringan menjadi              broadcast domain.  
Skema Vlan
Gambar terkait