Rabu, 04 April 2018

Pengertian CIDR ,VLSM Dan Kelas Alamat IP V4

Classless Inter-Domain Routing (CIDR) 


adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. CIDR merupakan mekanisme routing dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.

CIDR
CIDR (CLASSES INTERDOMAIN ROUTING) digunakan untuk mempermudah penulisan notasi subnet mask agar lebih ringkas dibandingkan penulisan notasi subnet mask yang sesungguhnya. Untuk penggunaan notasi alamat CIDR pada classfull address pada kelas A adalah /8 sampai dengan /15, kelas B adalah /16 sampai dengan /23, dan kelas C adalah /24 sampai dengan /28. Subnet mask CIDR /31 dan /32 tidak pernah ada dalam jaringan yang nyata.


TABEL KELAS A - KELAS C
Kelebihan dari CIDR :
• Lebih efisien dalam propagasi & strategi routing.
• Sangat menghemat bandwidth dalam mempropagasikan route.
• Aggregasi memungkinkan ISP untuk memberitahukan address di bawahnya dalam satu kalimat saja, daripada banyak kalimat.

PERHITUNGAN CIDR
Dik : Network Awal = 192.168.10.0/23
Dit : Buat menjadi 16 subnetwork !
Jawab : - Range network awal : 192.168.10.0/23 – 192.168.11.255/23
- Jumlah alamat IP yang tersedia :
2^n (dimana n merupakan bit dari host id)
2^9 = 512 alamat IP
- Jumlah host / subnet :
Jumlah alamat IP yang tersedia / Jumlah subnet yang diminta =
512 / 16 = 32 host / subnet
Maka maskingnya adalah /27
- Alokasinya
1. 192.168.10.0/27 – 192.168.10.31/27
2. 192.168.10.32/27 – 192.168.10.63/27
3. 192.168.10.64/27 – 192.168.10.95/27
4. 192.168.10.96/27 – 192.168.10.127/27
5. 192.168.10.128/27 – 192.168.10.159/27
6. 192.168.10.160/27 – 192.168.10.191/27
7. 192.168.10.192/27 – 192.168.10.223/27
8. 192.168.10.224/27 – 192.168.10.255/27
9. 192.168.11.0/27 – 192.168.11.31/27
10. 192.168.11.32/27 – 192.168.11.63/27
11. 192.168.11.64/27 – 192.168.11.95/27
12. 192.168.11.96/27 – 192.168.11.127/27
13. 192.168.11.128/27 – 192.168.11.159/27
14. 192.168.11.160/27 – 192.168.11.191/27
15. 192.168.11.192/27 – 192.168.11.223/27
16. 192.168.11.224/27 – 192.168.10.255/27



VLSM (Variable Lenght Subnet Mask)

VLSM adalah teknik yang memungkinkan administrator jaringan untuk membagi ruang alamat IP ke subnet yang berbeda ukuran, tidak seperti ukuran Subnetting. Untuk menyederhanakan VLSM adalah dengan memecah alamat IP ke subnet (beberapa tingkat) dan mengalokasikan sesuai dengan kebutuhan individu pada jaringan. Hal ini juga dapat disebut IP tanpa kelas pengalamatan. Sebuah classful menangani mengikuti aturan umum yang telah terbukti berjumlah pemborosan alamat IP.
Sebelum Anda dapat memahami VLSM, Anda harus sangat akrab dengan alamat IP struktur.





IP address (internet protocol address) merupakan deretan angka biner antara 32 bit sampai dengan 128 bit yang digunakan sebagai alamat identifikasiuntuk tiap komputer host dalam dalam jaringan internet. Angka 32 bit digunakan untuk alamat ip address versi Ipv 4 dan angka 128 bit digunakan untuk ip address versi Ipv 6untu menunjukkan alamat komputer pada jaringan internet berbasis TCP/IP.
Ip address memiliki identitas numerik yang akan dilabelkan kepada suatu device seperti komputer, router, atau printer.
Fungsi IP Address
  1. Ip Address digunakan sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan.
  2. Ip Address digunakan sebagai alamat lokasi jaringan.
Pembagian Kelas IP Address Ipv 4
Alamat IP versi4 (sering disebut dengan Alamat Ipv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan didalam protocol jaringan TCP/Ipyang menggunakan protocol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32 bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host omputer atau lebih tepatnya4. 294. 967host diseluruh dunia, jumlah host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4 (karena terdapat4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamat IP versi 4 tersebut adalah 255.255. 255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai – nilai host yang dapat ditampung adalah 256 x 256 x 256 x 256 = 4. 294. 967. 296 host, bila host yang ada diseluruh  dunia melebihi kuota tersebut maka dibutlah IP versi 6 atau Ipv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.
Alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.
Kelas Alamat IPOktet pertama
(desimal)
Oktet pertama
(biner)
Digunakan oleh
Kelas A1–1260xxx xxxxAlamat unicast untuk jaringan skala besar
Kelas B128–19110xx xxxxAlamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C192–223110x xxxxAlamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D224–2391110 xxxxAlamat multicast (bukan alamat unicast)
Kelas E240–2551111 xxxxDireservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)
Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
Kelas C
Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, namun berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. 
Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat “eksperimental” atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
Kelas AlamatNilai oktet pertamaBagian untuk Network IdentifierBagian untuk Host IdentifierJumlah jaringan maksimumJumlah host dalam satu jaringan maksimum
Kelas A1–126WX.Y.Z12616,777,214
Kelas B128–191W.XY.Z16,38465,534
Kelas C192–223W.X.YZ2,097,152254
Kelas D224-239Multicast IP AddressMulticast IP AddressMulticast IP AddressMulticast IP Address
Kelas E240-255Dicadangkan; eksperimenDicadangkan; eksperimenDicadangkan; eksperimenDicadangkan; eksperimen




Tidak ada komentar:

Posting Komentar